🐈‍⬛ Berikut Yang Bukan Manfaat Resensi Karya Seni Adalah

Berikutyang bukan tujuan diciptakannya karya seni rupa adalah sebagai sarana a from MOSIC 001 at SMAN 1 Magelang - Magelang City VIVA- Struktur teks ulasan adalah serangkaian kata yang berisi mengenai ulasan atau penilaian terhadap sebuah karya, seperti buku, lagi, film, sampai karya sastra yang lainnya. Teks ulasan juga bisa dinamakan sebagai teks resensi.. Selain itu, sebagai seorang insan akademik, kamu pasti akan membaca karya ilmiah seperti jurnal, skripsi, dan karya ilmiah yang lainnya. xBce. Pengertian Resensi1. Sitepu 20132. Gorys Keraf 1994 2743. Yus Rusyana 1996 14. Saryono 20165. PoerwadarmintaTujuan Resensi1. Memberikan informasi2. Memberikan pandangan lain3. Mengajak diskusi4. Memberikan bahan pertimbanganManfaat Resensi1. Bahan Pertimbangan2. Sarana promosi3. Mengembangkan kreativitas4. Nilai ekonomisUnsur-unsur Resensi1. Judul resensi2. Identitas buku3. Sinopsis4. Pembukaan5. Analisis 6. PenutupJenis-jenis Resensi1. Resensi informatif2. Resensi evaluatif3. Resensi informatif-evaluatifContoh Resensi Resensi. Anda pasti pernah tertarik membaca sebuah buku atau melihat suatu karya film maupun drama karena sebuah ulasan, yang biasanya juga disebut sebagai resensi. Resensi adalah penilaian terhadap sebuah karya yang bisa memberikan gambaran dan pertimbangan terhadap pembaca untuk menikmati karya tersebut atau tidak. Anda bisa menemukan tulisan resensi ini dalam sebuah majalah, surat kabar, media massa online atau blog pribadi penulis resensi. Penulisan resensi ini juga tidak sembarangan. Penulis resensi tak hanya paham gaya bahasa penulisan resensi, tapi juga memiliki banyak pengetahuan atau wawasan mengenai karya lain yang serupa untuk menjadi bahan perbandingan. Hal terpenting lainnya, penulis resensi harus paham betul pengertian dari resensi itu sendiri, tujuannya, jenis resensi yang dipilih hingga struktur atau unsur penulisan resensi. Bila Anda sedang belajar mencoba menjadi seorang penulis buku atau novel, Anda bisa memulainya dengan menulis sebuah resensi. Pengertian Resensi Resensi adalah suatu penilaian terhadap sebuah karya, baik karya berupa buku, seni film maupun drama. Resensi berasal dari Bahasa Belanda “resentie” dan Bahasa Latin “recension, recensere atau revidere” yang artinya mengulas kembali. Resensi juga bisa dikatakan sebagai kegiatan menilai, membahas, mengkritik atau mengungkapkan kembali isi dalam sebuah karya. Caranya, penulis memaparkan data-data, synopsis dan kritikannya terhadap karya tersebut dalam sebuah tulisan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, resensi adalah Pertimbangan atau pembicaraan tentang buku atau ulasan buku. Resensi tidak hanya terbatas pada buku atau karya pustaka semata. Tetapi, resensi juga bisa dibuat untuk mengulas sebuah karya film, drama atau musik. Tapi, para ahli memiliki pemahaman yang berbeda-beda tentang resensi. Supaya pemahaman Anda lebih luas mengenai pengertian resensi, berikut ini pandangan para ahli tentang resensi. 1. Sitepu 2013 Menurut Sitepu, resensi mengandung makna dasar memeriksa, mencermati, meninjau atau melihat kembali sesuatu. Objek resensi tidak hanya terbatas pada buku, tetapi juga bisa berupa karya film, drama, pameran dan berbagai bentuk tulisan. 2. Gorys Keraf 1994 274 Gorys Keraf mendefinisikan resensi sebagai sebuah tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah karya atau buku. 3. Yus Rusyana 1996 1 Menurut definisi Yus Rusyana, resensi adalah tulisan mengenai buku pengetahuan, sastra, kamus ensiklopedia dan lainnya yang mengikhtisarkan, menggambarkan menjelaskan dan menilai buku. 4. Saryono 2016 Saryono berpendapat resensi adalah sebuah tulisan berupa esai dan bukan bagian suatu ulasan yang lebih besar mengenai sebuah buku. Isi resensi adalah laporan, ulasan dan pertimbangan baik atau buruknya sebuah buku, kelebihan serta kelemahan sebuah buku, bermanfaat atau tidaknya sebuah buku, benar atau salahnya sebuah buku dan argumentatif atau tidaknya sebuah buku. Tulisan resensi ini didukung dengan ilustrasi buku yang diulas, baik berupa foto buku atau fotocopy sampul buku tersebut. 5. Poerwadarminta Poerwadarminta berpendapat bahwa resensi adalah suatu pertimbangan atau perbincangan tentang sebuah buku, yang menilai kelebihan atau kekurangan buku tersebut, menarik atau tidaknya tema dan isi buku, kritikan, serta memberi dorongan kepada pembaca tentang perlu atau tidaknya buku tersebut untuk dibaca, dimiliki, dan dibeli. Jadi, menulis resensi itu terdiri dari kelebihan, kekurangan dan informasi yang diperoleh dari sebuah karya dan disampaikan kepada masyarakat. Resensi suatu karya ini bisa diterbitkan melalui media massa, surat kabar, majalah maupun blog penulis sendiri. Baca Juga Cara Menulis Resensi yang Baik dan Benar Tujuan Resensi Penulisan resensi pastinya tidak hanya sekedar merangkum atau menceritakan secara garis besar tentang karya yang diulas. Penulisan resensi harus memiliki tujuan yang jelas untuk pembacanya. 1. Memberikan informasi Tujuan pertama resensi adalah memberikan informasi kepada pembacanya. Informasi adalah pesan atau kumpulan pesan yang terdiri dari makna yang bisa ditafsirkan. Informasi juga bisa diartikan sebagai pengetahuan yang diperoleh dari membaca, pengalaman dan belajar. Tapi, istilah ini masih memiliki banyak air tergantung pada konteksnya. Dalam hal ini, resensi bertujuan memberikan informasi tentang buku atau karya yang diulas secara detail. Informasi yang disampaikan dalam resensi ini meliputi nama pengarang, tahun terbit, latar belakang pengarang, proses pengkaryaan atau hubungan dengan karya lain yang sejenis. 2. Memberikan pandangan lain Tujuan kedua resensi adalah memberikan pandangan atau gambaran lain mengenai suatu karya atau buku yang diulas kepada pembaca. Karena, penulis berusaha memberikan pemahaman komprehensif mengenai karya yang diulas dari sudut pandangnya sendiri. Selain itu, penulis resensi juga pasti akan memberikan evaluasi berupa kelemahan dan kelebihan dari karya yang diulas. Paparan ini akan membantu pembaca untuk memiliki gambaran serta penilaian mengenai karya tersebut. 3. Mengajak diskusi Tujuan ketiga resensi adalah mengajak pembaca untuk berdiskusi secara tak langsung. Diskusi adalah perundingan atau pertukaran pemikiran untuk memperoleh pemahaman mengenai penyebab suatu masalah dan solusi penyelesaiannya. Karena resensi memaparkan tentang informasi, penilaian kekurangan dan kelebihan sebuah karya, maka secara tak langsung penulis mengajak pembaca untuk berpikir dan berdiskusi lebih jauh substansi dalam karya yang diulas. Terkadang, penulis resensi juga bisa membandingkan karya yang sedang diulas dengan karya lain yang sudah terbukti kesuksesannya. Sehingga pembaca resensi akan memiliki pandangan lain, yang bisa menjadi bahan diskusinya. 4. Memberikan bahan pertimbangan Tujuan terakhir resensi adalah memberikan bahan pertimbangan kepada pembacanya mengenai buku atau karya yang diulas tersebut. Setelah penulis memaparkan penilaian, kesimpulan dan evaluasinya dari karya tersebut, pembaca akan memiliki pertimbangan mengenai buku itu layak dibaca atau tidak. Karena itu, resensi tentang suatu karya harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin diajukan oleh pembaca. Lalu, memberi sugesti sampai mempengaruhi perilaku pembaca setelahnya. Baca Juga Resensi Buku Non Fiksi Contoh dan Penjelasan Lengkapnya Manfaat Resensi Menulis resensi sebuah buku atau karya pastinya akan memberi manfaat kepada pembacanya sekaligus penulis atau pencipta karya yang diulas. Berikut ini, manfaat dari menulis resensi yang bisa diperoleh kedua belah pihak 1. Bahan Pertimbangan Resensi bermanfaat memberikan gambaran tentang suatu karya kepada pembaca sebagai bahan pertimbangan mereka untuk membaca, memiliki dan membeli karya tersebut. Karena itu, ada beberapa hal yang harusnya dibahas oleh penulis dalam membuat resensi, antara lain Keinginann pengarang yang disajikan oleh penulis resensi secara metaanalisis, yaitu mengkaji landasan filosofi yang dijadikan dasar pembaca yang hendak dikembangkan melalui karangan tersebut dan fokus pada pengembangan keterampilan pembaca sehingga pembaca bisa terbantu mendapatkan informasi mengenai buku atau karya yang ingin dibaca atau karangan yang diulas tepat sesuai sasaran pembacanya atau tidak. 2. Sarana promosi Resensi bermanfaat sebagai sarana promosi sebuah karya, baik buku, film, musik atau karya seni lainnya. Karena, karya yang diulas atau diresensi adalah sebuah karya baru yang belum pernah diresensi. 3. Mengembangkan kreativitas Menulis resensi juga bermanfaat untuk mengembangkan kreativitas Anda dalam menulis. Karena, semakin sering Anda menulis maka makin terasah pula kemampuan dan kreativitasnya untuk menulis. 4. Nilai ekonomis Resensi juga memberikan manfaat dari segi nilai ekonomis. Karena, penulis resensi bisa mendapatkan imbalan atau uang dan buku secara gratis dari penerbit, terutama bila hasil resensi Anda dimuat di koran atau majalah. Baca Juga Ingin Resensi Buku Dimuat? Kenali 6 Identitas Buku di Penerbit Buku Unsur-unsur Resensi Karena resensi bertujuan memberikan informasi, pandangan lain serta sarana promosi, maka penulisannya resensi pun tak sembarangan. Ada unsur-unsur yang tidak boleh terlewatkan dalam penulisan resensi, antara lain 1. Judul resensi Judul adalah nama yang dipakai untuk buku atau bab dalam buku yang bisa menyiratkan isi atau maksud buku atau bab tersebut. Judul resensi adalah judul yang ditulis oleh peresensi. Judul resensi ini harus dibuat menarik dan menggambarkan isi resensi secara singkat. Judul resensi juga biasanya mengandung judul dari buku atau karya yang diulas. Tapi, hal terpenting adalah judul resensi harus selaras dengan keseluruhan isi ulasan. 2. Identitas buku Identitas buku adalah gambaran umum yang ada dari dalam buku, yakni berisi judul buku, nama pengarang, tahun terbit, tahun cetak, ketebalan buku, nomor edisi buku, penerbit hingga harga dan ukuran buku. Penulisan resensi harus memberikan informasi tentang buku yang diulas secara detail, supaya pembaca tahu tentang buku tersebut. Selain itu, ini juga salah satu cara mempromosikan buku atau karya yang diresensikan. 3. Sinopsis Sinopsis adalah ringkasan dari sebuah karya atau buku. Sinopsis merupakan suatu cara yang efektif untuk menyajikan karangan Panjang dalam bentuk singkat. Sebelum memaparkan pandangan penulis resensi, penulis perlu memberikan sinopsis tentang buku atau karya yang ingin diulas. Sehingga pembaca lebih paham tentang isi garis besar dari karya yang diresensikan. 4. Pembukaan Penulis resensi bisa menuliskan paragraf pembuka menggunakan gaya bahasanya sendiri. Tapi, sebaiknya penulis membuat pembuka resensi yang menarik perhatian pembaca sekaligus wadah promosi. Secara umum, paragraf pembuka dalam penulisan resensi ini biasanya berisi tentang informasi pengarangnya, bentuk karyanya, membandingkan dengan buku atau karya sejenis yang telah diciptakan oleh pengarang lain, memaparkan ciri khas pengarang, memperkenalkan penerbitnya dan kesan pertama ketika melihat atau membaca karya tersebut. Pada paragraf pembuka ini pula, penulis bisa mengambil benang merah atau permasalahan menarik untuk dibahas dalam resensi sebagai bahan diskusi. Penulis bisa menjabarkannya dengan bahasa yang mudah dipahami oleh semua orang. 5. Analisis Analisis adalah proses pemecahan suatu masalah kompleks menjadi bagian-bagian kecil sehingga bisa lebih mudah dipahami. Dalam penulisan resensi, analisis terletak di bagian inti, isi atau tubuh tulisan setelah menulis peragraf pembuka. Pada inti resensi ini, penulis memeberikan hasil analisis, pandangan dan gambarannya mengenai karya tersebut. Penulis resensi bisa menjabarkan kekurangan dan kelebihan dari karya atau buku yang dibaca. Penulis juga bisa membandingkannya dengan karya lain dengan genre sama atau karya lain dari penulis yang sama sebagai bahan perbandingan. Tujuan analisis dalam resensi ini memberikan pandangan lain dan mengajak para pembaca untuk diskusi mengenai karya yang diulas. Sehingga, hasil resensi penulis bisa menjadi bahan pertimbangan pembaca untuk membeli atau membaca buku tersebut atau tidak. 6. Penutup Penutup adalah bagian akhir resensi yang biasanya berisi kesimpulan hasil ulasan penulis. Pada bagian ini, penulis resensi bisa mengutarakan sarannya untuk buku atau karya yang diulas agar lebih baik lagi. Pada bagian penutup resensi ini pula biasanya berisi kalimat yang bersifat sugestif kepada pembacanya. Kesimpulan dan saran yang disampaikan oleh penulis resensi akan mempengaruhi keputusan pembaca untuk membeli atau membaca buku tersebut atau tidak. Baca Juga Begini Cara Menulis Buku Referensi Dari Karya Essay Jenis-jenis Resensi Umumnya, resensi memang berupa ringkasan dan penilaian dari sebuah buku atau suatu karya. Tapi, penulisan resensi juha terbagi menjadi 3 jenis yang harus dipahami. 1. Resensi informatif Resensi informatif merupakan jenis ulasan yang berisi informasi suatu buku atau karya lainnya. Resensi informatif biasanya hanya berisi informasi penting atau ringkasan dari suatu karya. Isi resensi informatif juga bisa berupa paparan mengenai isi buku atau hal-hal yang bersangkutan dengan karya tersebut. 2. Resensi evaluatif Resensi evaluatif merupakan jenis ulasan yang berisi penilaian mengenai suatu buku atau karya lainnya. Resensi jenis ini biasanya berisi ringkasan atau rangkuman dari buku tersebut. Pada resensi jenis ini, penulis akan lebih banyak memaparkan penilaiannya pada buku atau karya yang diulas. Penulis perlu memaparkan lebih detail kekurangan dan kelebihan karya tersebut. 3. Resensi informatif-evaluatif Resensi informatif dan evaluatif merupakan jenis ulasan yang terbentuk dari perpaduan antara dua jenis resensi tersebut, yakni resensi informatif dan evaluatif. Resensi jenis ini berisi ringkasan mengenai satu buku atau suatu karya sekaligus memaparkan penilaian baik dan buruknya. Selain memberikan informasi mengenai substansi suatu karya, resensi informatif dan evaluatif ini juga disertai dengan evaluasi subyektif dari perspektif penulis resensi. Contoh Resensi Contoh Resensi Buku “Hujan Kepagian” buku Judul buku Hujan Kepagian Pengarang Nugroho Notosusanto Penerbit Balai Pustaka Tahun Terbit 2011 Jumlah Halaman vi+62 halaman 2. Pembuka Resensi Kumpulan cerpen “Hujan Kepagian” terdiri atas 6 buah cerita. Cerpen tersebut mengisahkan tentang kesaksian tentang revolusi kemerdekaan. Perlu diketahui bahwa tidak banyak karya sastra menampilkan kisah-kisah di revolusi yang kisahnya dialami sendiri oleh pengarangnya. Perang yang diceritakan dalam cerpen tidak hanya dilihat dari sudut peristiwa yang berkaitan dengan tindakan-tindakan serba heroik para pelakunya. Dalam buku “Hujan Kepagian” ini juga bisa dilihat banyak sisi yang lebih manusiawi. Pengarangnya sendiri juga terlibat langsung dalam perjuangan kemerdekaan saat menjadi anggota tentara pelajar. 3. Jenis Buku Pada buku “Hujan Kepagian” merupakan Cerita nonfiksi karena pengarang mengisahkan kesaksian tentang revolusi kemerdekaan yang telah dialami oleh pengarang itu sendiri. 4. Keunggulan Isi Buku a. Organisasi Buku Pengalaman-pengalaman selama revolusi ini sangat menarik. Dalam buku ini antara satu peristiwa dengan peristiwa lainnya terdapat keterkaitan sehingga mampu menarik pembaca. b. Isi Buku Dilihat dari isinya, ceritanya sangat unik, menarik sehingga layak untuk dibaca. c. Bahasa Dilihat dari segi bahasa yang digunakan pengarang sederhana, akan tetapi memikat. Kalimat-kalimat dalam paragraf disusun secara runtut sehingga mudah dipahami. 5. Kelemahan Isi Buku Kelemahan buku ini adalah kebiasaan pengarang menggunakan beberapa kosakata Belanda, sehingga pembaca kurang memahami arti kata tersebut. 6. Nilai Buku Hal yang perlu kita petik dari buku kumpulan cerpen ini adalah hendaklah kita berjuang dengan hati yang suci dan tulus. Kita berjuang dengan hati yang tulus untuk mempertahankan kehidupan bernegara dan berbangsa Indonesia. Kesimpulan Buku kumpulan cerpen “Hujan Kepagian” ini cukup menarik, karena buku ini menceritakan kesaksian tentang revolusi kemerdekaan. Dan hanya sedikit karya sastra yang menampilkan kisah-kisah di sekitar revolusi yang dialami oleh si pengarang. Selain itu, buku ini juga memiliki amanat yang mengajak kita generasi muda untuk tetap berjuang mempertahankan kemerdekaan bangsa ini dan selalu berbuat baik. Pernahkah kamu tertarik pada sebuah buku karena membaca sebuah tulisan yang mengulas secara singkat detail dari isi buku tersebut? itulah resensi, materi yang akan kita pelajari kali ini. Pertama-tama kita mulai dari ResensiUnsur Unsur ResensiJenis-jenis ResensiTujuan ResensiManfaat ResensiResensi adalah suatu penilaian terhadap sebuah karya. Karya yang dimaksud disini bisa berupa berupa buku dan karya seni film dan resensi terdiri dari kelebihan, kekurangan dan informasi yang diperoleh dari buku dan disampaikan kepada Unsur ResensiTerdapat unsur-unsur yang harus dipenuhi sehingga dapat dikatakan utuh, berikut ini unsur-unsurnya1. Judul Judul semestinya harus mempunyai kesinambungan dengan isi resensi. Selain itu, judul yang menarik memberikan nilai lebih Menyusun Data Buku Penyusunan data buku dapat dilakukan sebagai berikutJudul buku;Pengarang;Penerbit;Tahun terbit beserta cetakannya;Dimensi buku;Harga buku;3. Isi Resensi Buku Bagian ini berisi mengenai sinopsis, ulasan singkat buku dengan kutipan singkat dan keunggulan serta kelemahan buku, rumusan kerangka buku dan bahasa yang Penutup Resensi Buku Pada bagian penutup biasanya berisi alasan kenapa buku tersebut ditulis dan kepada siapa buku tersebut saya, resensi ini hampir serupa dengan teks ulasan. Saya sarankan kamu membacanya ResensiSecara garis besar resensi dibagi menjadi 3 jenis, yaituInformatif, disini resensi disampaikan secara singkat dan umum dari keseluruhan isi yaitu resensi yang membahas secara detail pada setiap bagian atau bab yaitu resensi yang mengulas detail buku menggunakan metodologi ilmu pengetahuan tertentu. Isi resensi biasanya objektif dan kritis dalam menilai isi bisa saja ketiga jenis resensi diatas diterapkan secara bersama-sama karena ketiganya tidak ResensiPerlu kita ketahui bahwa tujuan resensi diantaranya sebagai berikutMengetahui kelebihan dan kekurangan buku yang di gambaran kepada pembaca dan penilaian umum dari sebuah karya secara masukan kepada penulis berupa kritis dan saran terhadap isi, substansi, cara penulisan latar belakang dan alasan buku tersebut kualitas buku dan membandingkan terhadap karya Resensi1. Bahan Pertimbangan Memberikan gambaran kepada pembaca mengenai suatu karya dan mempengaruhi mereka atas karya Sarana Promosi Buku Buku yang di-resensi biasanya adalah buku baru yang belum pernah di-resensi. Sehingga dengan melakukan hal ini bisa menjadi salah satu bentuk promosi buku sehingga terkenal dan banyak Pengembangan Kreativitas Seperti yang kita ketahui bahwa semakin sering menulis semakin baik tingkat keahlian kita, sehingga dengan rajin meresensi secara tidak langsung bisa mengembangkan kreativitas Nilai Ekonomis Dan hal yang mungkin tidak kamu bayangkan adalah dengan meresensi buku kita bisa mendapatkan imbalan berupa uang atau lainnya. Lumayan kan!Itulah pembahasan lengkap mengenai resensi yang memuat pengertian, unsur beserta jenis, sekaligus tujuan dan manfaatnya. Untuk contoh resensi InsyaAllah akan lanjutkan pada pembahasan di artikel berikutnya. Sebelum membaca buku, menonton film, atau mendengarkan musik tertentu, beberapa orang biasanya akan mencari resensi mengenai karya tersebut. Resensi juga dapat dituliskan oleh seseorang setelah menikmati karya tertentu. Salah satu unsur paling penting dalam membeli buku atau menerbitkan buku adalah adanya resensi. Yuk kenali sistematika resensi buku berikut. Ternyata, resensi menjadi sesuatu yang dianggap penting bagi sebuah karya. Sebenarnya, apa itu resensi dan mengapa resensi menjadi hal yang penting? Secara singkat, resensi dapat disebut juga sebagai ulasan, atau penilaian atas sebuah karya. Adanya resensi berguna bagi pembuat maupun penikmat karya. Ini artinya, sebuah resensi tidak bisa ditulis asal-asalan atau sembarangan. Apa yang dimaksud dengan resensi dan bagaimana cara penulisan resensi yang tepat dengan sistematika yang benar? Simak artikel berikut ini agar lebih memahami tentang sistematika resensi. Daftar Isi 1Pengertian Resensi1. WJ. S. Poerwadarminta2. Yus Rusyana3. Euis SulastriSistematika Penulisan Resensi1. Judul Resensi2. Identitas Karya3. Sinopsis4. Pembukaan5. Kelebihan dan Kekurangan Karya6. Analisis7. PenutupContoh Resensi Singkat Pengertian Resensi Resensi sering juga disebut sebagai ulasan atas sebuah karya, dapat berupa buku, film, musik, drama, dan berbagai jenis karya seni lainnya. Namun resensi bukan hanya sekadar ulasan akan sebuah karya seni, tapi juga merupakan penilaian dari penulis resensi akan karya seni tersebut. Resensi juga dapat disebut sebagai kegiatan untuk menilai, membahas, mengkritik, maupun mengungkapkan kembali isi dari sebuah karya. Penulis resensi akan memaparkan berbagai data, sinopsis, kritik, serta penilaiannya akan sebuah karya sastra. Para ahli juga memberikan pemahamannya mengenai pengertian resensi sebagai berikut 1. WJ. S. Poerwadarminta Resensi menurut WJ. S. Poerwadarminta merupakan suatu pertimbangan atau perbincangan mengenai sebuah buku yang menilai kelebihan maupun kekurangan buku tersebut, menarik atau tidaknya tema dan isi buku, kritikan, juga dorongan kepada khalayak mengenai perlu atau tidaknya buku itu dibaca. 2. Yus Rusyana Menurut Yus Rusyana, resensi adalah tulisan tentang buku pengetahuan, sastra, kamus ensiklopedia, atau lainnya yang menggambarkan, menjelaskan, dan menilai buku. 3. Euis Sulastri Menurut Euis Sulastri, resensi adalah kupasan atau pembahasan mengenai buku, film, atau drama yang dapat disiarkan melalui media massa, misalnya seperti majalah atau surat kabar. Sistematika Penulisan Resensi Sebuah resensi tidak bisa dibuat dengan sembarangan, sebab ada unsur-unsur yang harus dipenuhi dalam penulisan resensi. Penulisan sebuah resensi, baik itu buku, film, musik, atau karya seni lainnya harus mengikuti sistematika yang ada. Tujuannya adalah agar resensi yang dihasilkan dapat memberikan informasi yang tepat kepada pembaca. Berikut ini adalah sistematika penulisan resensi yang baik 1. Judul Resensi Bagian pertama dalam sistematika penulisan resensi adalah judul resensi. Sama seperti tulisan lainnya, resensi diawali dengan judul, yang menyiratkan kesan atau penilaian penulis pada karya yang diulasnya. 2. Identitas Karya Bagian kedua yang ditulis pada resensi adalah identitas karya. Mulai dari judul karya, nama pencipta karya, tahun pembuatan karya, dan berbagai keterangan lain yang membuat orang lain dapat mengenali karya tersebut. 3. Sinopsis Sebelum masuk ke bagian analisis dan penilaian karya, resensi diawali dengan sinopsis karya tersebut. sinopsis adalah informasi singkat mengenai karya tersebut. 4. Pembukaan Bagian pembukaan dalam penulisan resensi berisi informasi karya, bentuk karya, juga bisa menuliskan perbandingan karya sejenis yang sudah dibuat oleh pencipta lain. Pada bagian pembukaan ini penulis resensi juga dapat menuliskan ciri khas dari pembuat karya. Bagian pembukaan ini juga menjadi jembatan di mana penulis resensi menuliskan menang merah dari analisis yang akan dituliskan dalam resensinya. 5. Kelebihan dan Kekurangan Karya Pada bagian ini, penulis resensi menuliskan kelebihan dan kekurangan karya yang diulasnya. Nantinya, kelebihan dan kekurangan ini dapat dianalisis di bagian selanjutnya. 6. Analisis Setelah menuliskan kekurangan dan kelebihan karya, penulis resensi kemudian memberikan pemecahan masalah untuk karya yang dianalisanya. Bagian analisis ini merupakan bagian inti atau yang terpenting dari sebuah resensi. Sebab dari bagian ini, pembaca bisa mengetahui penilaiannya tentang karya yang diulas atau dinilainya. 7. Penutup Bagian terakhir dari resensi adalah penutup, yang berisi kesimpulan dan saran untuk karya yang diulasnya. Selain itu, bagian penutup resensi juga berisi kalimat sugestif untuk pembaca, yang nantinya dapat memengaruhi pembaca resensi untuk membaca, menonton, atau mendengarkan karya yang diulas pada resensi tersebut. Baca juga Struktur Teks Resensi Contoh Resensi Singkat Berikut adalah contoh singkat resensi buku Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan, yang ditulis oleh Laila Sari RESENSI CANTIK ITU LUKA-EKA KURNIAWAN oleh Laila Sari Judul Buku Cantik Itu LukaPenulis Eka KurniawanCetakan Cetakan ketiga belas hard coverTahun Terbit Desember 2017Penerbit PT Gramedia Pustaka UtamaJumlah Halaman 508 halamanISBN 978-602-03-6651-7 Novel ini berkisah tentang bagaimana hiruk pikuk seorang perempuan bernama Ayu Dewi dalam menjalani kehidupannya yang begitu keras. Ia adalah sosok wanita yang begitu cantik, akan tetapi kecantikannya itu justru malah membawanya ke sebuah malapetaka yang begitu besar, beruntun, bahkan dirasakan hingga ke keturunan-keturunannya. Kecantikannya membawa dirinya menjadi seorang pelacur pada masa-masa kolonial. Ayu Dewi tampil sebagai sosok pelacur yang sangat dicari-cari, dibayar dengan harga mahal. Dengan hasil persetubuhannya dengan para pemuda-pemuda Belanda dan Jepang, ia melahirkan putri-putri yang juga tak kalah cantik dengannya. Akan tetapi kecantikan putri-putrinya itu justru tidak bertolak belakang dengan nasibnya. Seperti kata pepatah Buah yang Jatuh tak akan Jauh dari Pohonnya seakan-akan sangat mewakili kehidupan Ayu Dewi serta putri-putrinya. Novel Cantik Itu Luka merupakan sebuah mahakarya sastra yang luar biasa. Kemampuan penyajian bahasa Eka mampu membuat pembaca berpikir liar, sebab jalan cerita disajikan dengan sangat overcomplicated, sehingga tidak heran jika banyak pembaca yang gagal menerka-nerka kisah apa yang akan terjadi selanjutnya, jalan cerita susah ditebak, alur yang digunakan maju mundur. Jika pada bacaan-bacaan biasanya, pembaca akan mengetahui secara langsung apabila alur mengalami pergantian, hal itu akan dirasakan ketika suasana kisah yang diceritakan berbeda dengan yang sebelumnya. Akan tetapi pada novel Cantik Itu Luka, pembaca seakan-akan dibuat “tidak sadar” akan transisi pergantian alur tersebut. Seperti tidak ada sekat pemisah antara kisah pada alur pertama dengan kisah pada alur selanjutnya. Alur maju-mundur tidak sampai memutus rantai pemikiran dan spekulasi-spekulasi meleset saya terhadap jalan cerita. Contoh resensi lainnya bisa dilihat pada Contoh Resensi Novel Lengkap dan juga 5 Unsur Resensi Buku Non Fiksi Penulis Tyas Wening

berikut yang bukan manfaat resensi karya seni adalah